Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MUDAHNYA BUDIDAYA JAMUR TIRAM UNTUK BISNIS YANG MENGUNTUNGKAN



MUDAHNYA BUDIDAYA JAMUR TIRAM UNTUK BISNIS YANG MENGUNTUNGKAN



PENDAHULUAN


Siapa yang tak mengenal jamur, iya jamur, salah satu jenis tumbuhan yang tidak memiliki daun juga tidak berbuah, berkembang biak dengan spora, biasanya berbentuk payung, dan tumbuh di daerah berair ataupun lembap juga banyak hidup di batang busuk. jamur sendiri merupakan jasad eukariot, berbentuk benang maupun sel tunggal, multiseluler, atau uniseluler. Pada Sel-selnya  tidak memiliki klorofil, dinding sel tersusun dari khitin, dan belum ada diferensiasi jaringan.


Tidak semua jamur dapat dikonsumsi, ada beberapa diantaranya bahkan beracun, akan tetapi jenis jamur ini bisa dikonsumsi, selain itu juga bisa menjadi ladang usaha yang menjanjikan, jenis jamur tiram. Ya Jamur yang biasa kebanyakan orang makan. Menurut wikipedia Jamur tiram atau Pleurotus ostreatus ialah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan tergolong kelas Homobasidiomycetes.


Memiliki ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem serta bentuk tudungnya setengah lingkaran mirip cangkang tiram juga pada bagian tengah agak cekung. Jamur tiram sendiri masih termasuk kerabat dekat dengan Pleurotus eryngii yang sering dikenal juga dengan sebutan King Oyster Mushroom.


Indonesia sebagai wilayah beriklim tropis merupakan habitat yang ideal bagi jamur tiram, hal inilah menjadi sebuah motivasi bagi pemula, yang ingin membudidayakan jenis jamur ini sebagai ladang usaha yang menjanjikan. Terlebih lagi bisnis jamur tiram tidak membutuhkan modal yang besar, secara bertahap di mulai dari modal kecil anda sudah bisa membangun usaha jamur tiram ini.



MUDAHNYA BUDIDAYA JAMUR TIRAM UNTUK BISNIS YANG MENGUNTUNGKAN




Tahapan memulai budidaya jamur tiram



Kebanyakan Di alam bebas, jamur tiram dapat dijumpai sepanjang tahun di hutan pegunungan yang daerah memiliki udara sejuk. Tubuh jamur terlihat saling bertumpuk pada permukaan batang pohon lapuk maupun batang pohon yang sudah ditebang, karena jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur kayu. Oleh sebab itu, saat anda ingin membudidayakan jamur tiram, maka substrat yang dibuat harus di dasari habitat alaminya. 


Soal membudidayakan jamur tiram bisa menggunakan substrat, antara lain seperti kompos serbuk gergaji kayu, ampas tebu maupun sekam. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membudidayakan jamur tiram ialah faktor ketinggian dan juga persyaratan lingkungan, kemudian sumber bahan baku dari substrat tanam dan sumber bibit jamur itu sendiri. Miselium dan tubuh buahnya tumbuh serta berkembang dengan baik pada suhu 26 sampai 30 °C. Awal mula pembudidayaan Jamur tiram atau Pleurotus ostreatus dimulai pada tahun 1900. Untuk Budidaya jamur ini tergolong sederhana. 



Pada Jamur tiram biasanya dengan media tanam serbuk gergaji steril lalu dikemas dalam kantung plastik. Seperti sedikit pemaparan di atas, tahap pertama Dimulai dengan membuat media tanam atau baglog. Lalu mulai menginokulasikan bibit jamur pada media tanam yang sudah siap. Kemudian saat media tanam telah ditumbuhi miselium yang berwarna putih seperti kapas, anda tinggal merawat miselium hingga tumbuh tubuh buah jamurnya.
Sebagai rincian apa saja tahap agar jamur tiram dapat tumbuh dengan baik. Berikut beberapa tahapannya, di antara lain.



MUDAHNYA BUDIDAYA JAMUR TIRAM UNTUK BISNIS YANG MENGUNTUNGKAN





Menyiapkan baglog




Seperti yang di jelaskan diawali tadi, Baglog ialah sebuah media tanam tempat di letaknya bibit jamur tiram. Serbuk gergaji merupakan bahan utama untuk pembuatan baglog, dikarenakan untuk jenis jamur tiram sendiri tergolong jenis jamur kayu. lalu baglog bisa dibungkus memakai plastik dengan bentuk silinder dan ujungnya atau bagian atas bisa dilubangi sebagai tempat jamur tiram tumbuh menyembul keluar. Untuk baglog jamur tiram dengan berat sekitar 1 kg anda bisa membeli dengan harga Rp. 2.000 sampai Rp 2.500. anda bisa membeli baglog di toko online, lebih mudah apa bila memang di daerah sekitar anda tidak terdapat.



MUDAHNYA BUDIDAYA JAMUR TIRAM UNTUK BISNIS YANG MENGUNTUNGKAN




Mempersiapkan kumbung



Kumbung atau bisa di sebut juga dengan rumah jamur, ialah tempat dimana jamur tiram tumbuh berkembang, dirawat maupun tempat mengelola baglog. Bentuk kumbung biasanya seperti sebuah bangunan, terdapat banyak rak di dalamnya  sebagai tempat meletak baglog. Syarat untuk sebuah bangunan dapat dikatakan kumbung ialah bangunan dapat menjaga suhu ruangan serta kelembabannya.

Sebuah Kumbung dapat dibangun menggunakan material bambu maupun kayu. Dengan dinding kumbung  dipasang anyaman bambu serta papan.  Untuk Atapnya dapat menggunakan genteng maupun sirap. Penggunaan atap asbes atau seng sangat tidak di anjurkan, disebabkan karena akan membuat suhu ruang menjadi panas. Usahakan tanah sebagai alas kumbung, hal ini tujuan agar air bekas penyiram jamur dapat meresap.


Untuk rak dalam ruangan kumbung sebaiknya memiliki ukuran 40 cm untuk tingginya dengan kapasitas rak bisa dibuat 2 sampai 3 tingkat. lalu untuk lebar rak berkisar  40 cm dengan  setiap ruas rak memiliki panjang 1 meter. Dengan ukuran rak tinggi 40 cm, lebar 40 cm serta panjang 1 meter  d maka  baglog yang tertampung sebanyak 70 sampai 80 buah. Sesuaikan kebutuhan rak dengan kapasitas baglog yang akan di buat. Sebelum  memasukkan baglog ada beberapa hal penting yang perlu anda ketahui, hal – hal penting itu antara lain seperti :


Memastikan kebersihan kumbung serta rak-rak yang  digunakan untuk tempat baglog dari kotoran. Lakukan penyemprotan fungisida serta pengaparan pada kumbung. kemudian diamkan selama 2 hari, sebelum baglog di masukan ke kumbung. Selama 2 hari setelah proses tadi Pastikan obat penyemprotan sudah hilang dengan tidak tercium aromanya, kemudian anda bisa masukkan kantong baglog yang telah dibuat sebelumnya.



MUDAHNYA BUDIDAYA JAMUR TIRAM UNTUK BISNIS YANG MENGUNTUNGKAN



Merawat baglog



Terdapat 2 cara menyusun baglog pada rak kumbung, cara pertama dengan meletakkan pada posisi vertikal dimana lubangnya menghadap ke atas, cara kedua dengan meletakkan pada posisi horizontal yaitu lubang baglog berada di samping. Setiap posisi memiliki keuntungan masing – masing, Untuk baglog posisi horizontal memiliki keuntungan menghindari kelebihan uang air masuk kedalam baglog. Keuntungan lainnya yaitu kemudahan saat memanen jamur, akan tetap penyusunan baglog secara horizontal lebih memakan ruangan pada rak. 


Berbeda ketika posisi baglog secara vertikal, dalam rak akan terisi penuh baglog dan lebih banyak di banding posisi horizontal, serta hasil panen pun melimpah, akan tetapi kelemahan dari posisi ini ialah saat memanen akan terasa sulit, dan resiko air masuk ke dalam baglog lebih besar. Jangan lupa membuka cincin penutup baglog dan biarkan baglog dalam rak selama kurang lebih 5 hari.
Setelah 5 hari, kemudian potong ujung pada baglog. 


Hal ini bertujuan untuk agar area ruang tumbuh lebih lebar, alangkah baik dibiarkan selama 3 hari tanpa melakukan penyiraman kecuali pada lantai. Untuk Penyiraman baglog sebaiknya gunakan sprayer agar membentuk kabut. Untuk frekuensi penyiraman sendiri, dilakukan setidaknya 2 sampai 3 kali dalam sehari, banyaknya frekuensi tergantung dari suhu serta kelembaban ruang kumbung , untuk suhu ideal kumbung 16 sampai 24oC.




MUDAHNYA BUDIDAYA JAMUR TIRAM UNTUK BISNIS YANG MENGUNTUNGKAN



Masa panen budidaya jamur tiram



Ketika miselium secara sempurna menutupi baglog maka jamur siap untuk di panen, kebanyakkan baglog tertutup sempurna memakan waktu 1 sampai 2 minggu, setelah itu jamur pun akan tumbuh dan baglog pun penuh dengan banyaknya jamur yang tumbuh.


Masa produktif baglog ialah dapat dipanen sebanyak 5 sampai 8 kali,  untuk mencapai hasil panen yang melimpah tentunya di dasari dengan perawatan yang selalu terjaga dengan baik.  Untuk setiap berat Baglog sekitar 1 kg dapat menghasilkan jamur segar sebanyak 0,7 hingga 0,8 kg. Baglog Bekas masih bisa dimanfaatkan sebagai kompos, oleh karena itu jangan langsung di buang.
Prose Pemanenan biasanya hanya terhadap batang yang sudah mekar dan membesar. 


Anda bisa mengetahuinya dengan melihat ujung batang yang telah tampak meruncing, tetapi bagian tudungnya belum sampai pecah serta memiliki warna putih bersih. Untuk Jarak masa panen pertama dan seterusnya yaitu berkisar 2 hingga 3 minggu.

Demikian artikel tentang cara membudidayakan jamur sebagai ladang usaha, semoga bermanfaat serta dapat di terapkan bagi anda yang ingin memulai usaha jamur tiram ini.


1 komentar untuk "MUDAHNYA BUDIDAYA JAMUR TIRAM UNTUK BISNIS YANG MENGUNTUNGKAN"

Posting Komentar