CARA BETERNAK JANGKRIK AGAR LEBIH MENGUNTUNGKAN
pendahuluan
Kamu tahu serangga yang berbunyi : krik... krik.. krikk..
di malam hari, serangga yang biasa untuk makanan ikan loh, ya jangkrik, serangga
bertubuh kecil, kebanyakan berbentuk silindris, namun beberapa spesies ada pula
yang berbadan agak gepeng tegak. Kepala sedikit bulat, dua sungut panjang menjuntai yang muncul
persis di depan matanya. pada dahinya terdapat tiga buah ocelli atau mata
tunggal. Di belakang kepalanya terdapat pronotum, yaitu ruas dada pertama, dada
ini kuat dan mulus tanpa gigir punggung ataupun tepi.
Di belakang terdapat abdomen atau perut yang memiliki banyak beruas-ruas. Pada ujungnya ada sepasang cerci, yaitu semacam alat peraba mirip duri namun lunak, sedangkan pada betina ovipositor seperti jarum, halus, serta berkilau. Memiliki paha yang berukuran besar berguna untuk melompat.
Sedangkan untuk tibia atau betis dilengkapi dengan deretan duri yang bisa digerakkan. Tibia pada kaki depan umumnya dilengkapi dengan satu atau dua timpani yang memiliki fungsi sebagai menangkap getaran suara.
Jangkrik memiliki sayap yang menempel rapat dan membungkus
sisi atas perutnya. Sayap ini memiliki ukuran dan warnanya yang berbeda-beda
tergantung jenis jangkrik.
Di Indonesia sendiri, ada 100 spesies jangkrik yang sudah
dikenal banyak orang. Akan tetapi belum semua terdata secara lengkap masih
banyak jenis jangkrik. Gryllus mitratus dan Gryllus testaclus merupakan jenis
jangkrik yang banyak diternakan sebagai usaha komersial. Selain sebagai ladang
usaha jangkrik di ternakan sebagai hobi dan hewan aduan.
Jangkrik termasuk hewan herbivora. Di alam liar serangga
ini biasa memakan dedaunan muda seperti rerumputan. Kebanyakan peternak
jangkrik, memberi pakan sayuran hijau yang mengandung banyak air seperti sawi,
bayam, selada, mentimun dan daun pepaya.
Persiapan kandang
Sudah pasti tahap pertama ya siapin kandang dong, masa mau
piara di ladang rumput, bisa bisa si jangkrik pada kabur hehehe. Pembuatan
Kandang jangkrik sangat gampang, anda bisa membuat dari berbagai bahan ya salah
satunya kardus papan atau bisa juga triplek. Pada artikel kali ini akan
membedah rumah jangkrik menggunakan kayu dan kasa.
Pertama- tama buat Kotak
dari papan atau tripleks dan rangkanya dari kayu kaso atau kayu reng. Untuk
menampung jangkrik sebanyak 2500 – 3000 butir telur diperlukan kotak dengan
ukuran panjang 50 cm, lebar 30 cm dan tinggi 20 cm.
Pakai perekat seperti lem kayu di setiap sambungan maupun
sudut peti. Hal ini berguna supaya anakan jangkrik tidak keluar lewat celah
sambungan. Buat bagian atas penutup yang bisa digerakan menggunakan engsel agar
mudah saat buka dan tutup.
Jangan lupa beri ventilasi udara pada bagian sisi depan
maupun belakang ya, biar gak pengap si jangkrik, emg buat peti mati gak pake
ventilasi hehehehe.... untuk lubang ventilasinya buat ukuran 50 x 7 cm, posisi
lubang kurang lebih 10 cm dari atas. Lalu ditutup pakai kawat kasa ukuran kecil
ya, biar si jangkrik kecil susah kabur. Tambah lagi biar makin sulit, untuk
bagian dalam kandang, jarak 10 cm dari permukaan beri isolasi memutar agar si
jangkrik sulit merayap ke atas.
![]() |
| kasa penutup lubang |
Beri kaki – kaki sepanjang 10 cm, bikin 2 pasang pada
kandang dan taruh wadah air di masing masing kaki, tujuannya agar semua tidak
merayap ke dalam kandang. Tempatkan Kandang jangkrik di dalam ruangan yang
gelap dan jangan terkena langsung matahari biar gak hangus, eh bercanda
maksudnya sinarnya doang.. yang paling penting kandang harus ditempatkan di
pada suasana yang tenang, agar memudahkan jangkrik untuk berkembang biak dan
tidak mudah stres.
Perhatikan Kondisi kandang jangkrik harus selalu dalam keadaan lembab. Terutama pada musim kemarau, anda bisa melakukan penyemprotan pada kandang atau menutup kandang memakai karung goni basah.
Waspada terhadap Musuh jangkrik seperti tikus, kecoa, semut dan laba-laba. Saat jangkrik kekurangan makanan mereka bisa menjadi kanibal, oleh karena itu selalu beri pakan yang cukup pada kandang jangkrik.
![]() |
| perbedaan jangkrik jantan dan betina |
Persiapan bibit jangkrik
Pada pembahasan di awal tadi jangkrik yang biasa diternakan
merupakan jenis Gryllus mitratus dan Gryllus testaclus, anda bisa membeli Bibit
jangkrik di toko pakan ikan maupun burung. Semua jangkrik bisa diternakan, nemu
jangkrik di kebun juga bisa, namun beberpa jenis jangkrik sulit di kembang
biakan malah terkesan cuman habisin pakan doang bertelur jarang.
Karena jangkrik mudah di dapat ya kebanyakan langsung beli
di toko pakan ikan, padahal jangkrik dari alam liar lebih bagus dibandingkan
anda beli di toko, kalo buat di ternakan ya. Memilih indukan juga ada
kriterianya seperti :
Mempunyai antena masih panjang, anggota badan indukan masih lengkap, dapat melompat jauh juga gesit, memiliki badan berwarna mengkilap.
Perlu diperhatikan Jangan memilih jangkrik saat dipegang
mengeluarkan cairan entah dari mulut atau duburnya.
Pada Induk jantan harus mengeluarkan derik kan yang keras. Juga
dipermukaan sayap bergelombang dan kasar. Untuk ekornya memiliki 2 helai.
Pada Induk betina terdapat ovipositor dibagian ekornya, jangkrik betina pastinya memiliki Ukuran yang
besar. Ekor betina memiliki 3 helai.
Mengawinkan jangkrik
Saat proses mengawinkan jangkrik, alangkah baiknya pisahkan
kandang pada tempat yang berbeda dari kandang anakan. Usahakan menciptakan
kondisi semirip mungkin dengan habitat alami si jangkrik. Pada Dinding kandang
bisa anda diolesi tanah liat, semen putih maupun diberikan dedaunan kering,
seperti daun jati, daun pisang dan serutan kayu.
Untuk Jangkrik yang dikawinkan harus spesies yang sama. Bila beda spesies indukan jantan maupun betina, maka proses perkawinan tidak akan terjadi. Setelah memilih spesies yang sama lalu masukan indukan betina dan jantan dengan perbandingan 10 indukan betina berbanding 2 jantan.
Siapkan bak sebagai tempat jangkrik berteluran isi dengan
tanah atau pasir. Jangkrik jantan akan suara derik selama proses perkawinan.
Setelah betina dibuahi maka biasanya telur diletakkan pada bak pasir atau tanah
tadi.
Beri asupan pakan yang cukup selama jangkrik dalam proses
perkawinan. Biasanya dengan memberi kubis, sawi, kangkung, bayam, daun pepaya
dan lain sebagainya. Perhatikan sisa pakan, jangan sampai membusuk di
kandang,harap selalu di bersihkan setiap hari agar tidak menimbulkan penyakit
dan mengganggu proses perkawinan.
Kebanyakan peternak memberikan bekatul, tepung ikan, kuning telur bebek yang telah direbus dan dihaluskan, dan beberapa vitamin. Sebagai pakan tambahan agar telur yang dihasilkan jangkring lebih berkualitas.
Menetaskan telur
Setelah 7 sampai 10 hari telur – telur jangkrik pun
menetas. 5 hari sebelum telur menetas atau tepatnya 2 sampai 4 hari setelah
proses perkawinan lakukan pemisahan telur dari. Hal ini bertujuan agar si induk memakan telurnya sendiri. Pindahkan telur
jangkrik ke dalam tempat penetasan atau kandang pembesaran anakan. Telur akan berubah
warna dari bening menjadi keruh setelah dibuahi.
Pemberian pakan
Pemberian pakan jangkrik dibedakan berdasarkan umur, pada
umur jangkrik 1 sampai 10 hari hanya memberi pakan ayam atau voer, terbuat dari
bahan kacang kedelai, beras merah, maupun jagung kering sudah dihaluskan.
Pada anakan jangkrik usia 10 hari keatas, anda bisa memberikan makan seperti sayur-sayuran atau jagung muda. kemudian pakan bisa ditambahkan singkong, mentimun maupun ubi.
![]() |
| kelembaban kandang |
Pemeliharaan kandang
Wajib menjaga kandang tetap bersih dan higienis, agar terhindar dari gangguan hama. Selalu pertahankan kondisi kandang tetap lembab dan gelap. Jangan lupa Buang sisa pakan jangkrik setiap hari, dikhawatirkan membusuk di dalam kandang. Pada Kandang baru sebaiknya terlebih dahulu lakukan pencucian, agar berbau vinil hilang. Periksa Pada ujung kaki – kaki kandang, apakah air dalam mangkuk sudah berkurang atau tidak, selalu jaga ketinggian air agar semut tidak masuk kedalam kandang.
Pemanenan jangkrik
Ternak jangkrik sudah bisa dipanen setelah mencapai umur
kurang lebih 40 hari. Saat memanen jangkrik anda bisa mengambil telur atau jangkriknya
saja. Untuk Telur jangkrik dapat anda jual lebih mahal dari jangkrik dewasa. Biasanya
Telur dijual kepada para peternak jangkrik untuk dibesarkan kembali. Sekali
bertelur, seekor jangkrik betina bisa menghasilkan ratusan hingga ribuan butir
telur dalam setiap hari dan akan tetap bertelur selama hidupnya. Jadi anda bisa
mengambil telur untuk dibesarkan, atau dikembang biakkan kembali.
Pasir dalam bak berisi telur tadi kemudian anda diayak agar terpisah antara telur dengan pasir. Kemudian telur-telur tersebut dipindahkan ke kotak yang siap panen. Untuk Jangkrik dewasa dijual dengan harga kurang lebih sekitar Rp50 ribu hingga Rp70 ribu per kilogram.
Semoga artikel seputar cara membudidayakan jangkrik
bermanfaat dan bisa anda praktekkan.










Posting Komentar untuk "CARA BETERNAK JANGKRIK AGAR LEBIH MENGUNTUNGKAN"
Posting Komentar