BUDIDAYA TOMAT YANG SANGAT MENGUNTUNGKAN
PENDAHULUAN
Tomat atau Solanum lycopersicum syn. Lycopersicum esculentum ialah tumbuhan yang berasal dari keluarga Solanaceae, tumbuhan ini asli Amerika Tengah dan Selatan, kemudian tersebar ke Meksiko sampai Peru. Tomat disebut juga dengan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter. Memiliki ciri buah berwarna hijau, kuning, dan merah, kebanyakan tomat dipakai sebagai sayur dalam masakan maupun dimakan langsung tanpa diproses.
Namun batang dan daun tomat tidak dapat dikonsumsi, hal ini
disebabkan tomat masih kerabat dekat dengan kentang dan Terong yang mengandung
Alkaloid.
Cara membudidayakan tanaman tomat ialah dengan cara disemai terlebih dahulu, lalu setelah tumbuh 4 daun sejati , bisa langsung ditanam sebagai bibit dulu. Untuk masa Panen dimulai pada usia 9 minggu setelah tanam, kemudian setiap 5 hari sekali. Kata "tomat" berasal dari kata bahasa Nahuatl, tomatl (diucapkan: /tÉ”.matɬ/). hal unik yang dimiliki tomat, ialah karena tanaman ini tergolong dua jenis tumbuh yaitu sayuran dan buah – buahan.
Seperti penyebutan tomat buah, tomat sayur, maupun tomat lalapan. Karena hal itulah tomat diklasifikasikan sebagai buah maupun sayuran, padahal struktur tomat merupakan struktur buah.
Semakin berkembangnya ilmu pengetahuan, tomat tidak
digunakan sebagai pelengkap makanan saja, melainkan juga dikenal luas sebagai bahan
kecantikan. Kandungan tomat dapat mengecilkan pori-pori juga dapat mencerahkan kulit karena tomat kaya akan kandungan vitamin C. Kebanyakan masyarakat
amerika juga percaya akan khasiat tomat, bisa mencegah timbulnya penyakit serta
sebagai pengobatan penyakit.
Dengan banyaknya khasiat serta kegunaan tomat
sebagai kebutuhan banyak orang, menjadikan tomat sebuah peluang usaha, apa anda
tertarik untuk membudidayakannya ? berikut tahapan untuk anda bagaimana
membudidayakan tomat dengan baik dan benar.
Memilih benih tomat
Memilih bibit merupakan faktor kunci keberhasilan dalam membudidayakan tomat, dengan memilih calon bibit yang baik dalam segi
ukuran juga tidak terdapat cacat. Anda bisa memilih buah tomat yang tua pada
pohonnya, kemudian potong lalu pisahkan biji dari lendir yang menempel menggunakan
air mengalir.
Setelah itu Rendam biji dalam air, pisahkan biji
yang terapung untuk di buang, ambil biji yang tenggelam saja.
Jangan lupa untuk menyeleksi biji yang telah direndam tadi, seperti tidak ada cacat, kering dan juga bentuk yang seragam
Setelah tahap seleksi tadi, anda bisa mengeringkan
biji tomat pada terik matahari
Persemaian benih
Jika bibit yang anda tanam tadi memiliki daun juga batang yang kuat. Maka tahap selanjutnya ialah Persemaian. Untuk persemaian memiliki syarat ialah batang yang kuat dan tumbuh daun, baru bisa di lakukan persemaian.
Gunakan polybag sebagai media persemaian. Penggunaan polybag dapat mengurangi resiko stres ketika transplanting atau pemindahan media tanam. Pada proses transplanting sangat lah sensitif, maka perlu kehati-hatian dalam memindahkan bibit tomat ke lahan siap tanam. penyemain dilakukan ketika tanaman berumur 35 sampai 40 hari.
Pada persemaian tomat bisa dilakukan dengan dua
cara :
Persemaian bedengan
Pertama dengan cara bedengan, ialah barisan kecil di
buat dengan larika, pada lekukan mirip bedengan yang merupakan tempat biji
tomat diletakan. Susunlah biji secara rapi, jarak antara biji sepanjang 2
sampai 3 cm. Perhatikan biji jangan saling bertumpukan. Kemudian saat
transplanting gunakan air sebagai pemisah benih dengan tanah. Atau bisa dengan
cara mencokel dasar tanah, agar akar yang menempel tidak putus.
Menggunakan polybag
Berbeda dengan bedengan, polybag dapat di isi menggunakan tanah yang dicampur pupuk dasar. Dengan memberi lubang berukuran 1 cm lalu masukan benih, kemudian tutup menggunakan tanah semai. Lakukan penyiraman sebanyak 2 kali dalam sehari yaitu pada pagi hari dan sore hari. saat transplanting anda bisa merobek plastik kemudian pisahkan antara plastik polybag dengan bibit, lalu anda bisa masukan bibit ke dalam lahan yang siap tanam.
Pengolahan tanah
Faktor pengolahan lahan tanam juga perlu di perhatikan, tanah yang baik yaitu dengan kandungan pH 5,5 sampai 7. Apabila tanah kedapatan terlalu asam, maka anda bisa menambahkan kapur pertanian sebagai penetral keasaman tanah tersebut.
Saat bedengan dibuat, lebih baik campurkan tanah
dengan pupuk kompos sebagai dasar pengolahan tanah, tanah harus dalam keadaan
gembur agar mempermudahkan pelakaran pada proses pertumbuhan tomat.
Kebanyakan Bedengan dibuat dengan ukuran 30 cm,
lebar 1 meter, soal panjang bedengan mengikuti luas lahan. Untuk Jarak tanam
pada umumnya sepanjang 30 sampai 40 cm. Setelah bedengan dibuat biarkan terlebih
dahulu tanah kurang lebih selama 1 minggu, hal ini bertujuan agar pupuk dapat
terserap oleh tanah dengan maksimal.
Pada Pemupukan dasar tadi gunakan sebanyak 20 ton
per hektar. Kemudian anda bisa menambahkan pupuk TSP sebanyak 5 gram per tanaman.
Namun pemberian pupuk TSP tadi tidak wajib, apabila anda membudidayakan tomat
secara organik. Akan tetapi tidak adanya pupuk TSP menyebabkan penambahan
pupuk dasar sebanyak 30 sampai 40 ton per hektar.
Usahakan memakai mulsa plastik hitam atau perak sebagai penutup lahan bedengan, hal ini bertujuan untuk menekan pertumbuhan gulma, juga berguna menjaga kelembaban tanah pada musim kemarau.
Penanaman bibit tomat
Buatlah lubang pada bedengan yang telah lapisi oleh plastik mulsa, pelubangan mulsa memiliki diameter 5 sampai 7 cm. Sebuah bedengan memiliki dua lajur lubang tanam, semua lajur memiliki jarak sepanjang 70 sampai 80 cm dengan jarak antar lubang dalam satu lajur bekisar 40 sampai 50 cm, serta kedalaman lubang bekisar 5 sampai 7 cm. Setelah proses tadi selesai maka anda bisa Masukan bibit semai seperti pembahasan pertama tadi.
Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat termasuk golongan tanaman yang sangat sensitif pada serangan hama dan penyakit, ditambah lagi apabila anda berada pada dataran rendah, karena tomat membutuhkan suhu yang sejuk agar bisa tumbuh dengan baik.
Sebab sifat yang sensitif tadi mengharuskan anda
merawat dan pemeliharaan tomat dengan baik, berikut tahapan pemeliharaan tomat
:
Penyulaman
Dilakukannya Penyulaman ini bertujuan untuk
menggantikan tanaman yang kurang berkembang dengan tanaman baru. Proses Penyulaman
dilakukan ke tanaman tidak sehat atau layu, bisa juga patah batang maupun tanaman
yang sudah mati. Dengan melakukan penyulaman diharapkan tumbuh kembang tomat
akan lebih produktif.
Penyiangan
Proses Penyiangan di lakukan sebanyak 3 sampai 4 kali sepanjang satu musim tanam. Apabila anda menggunakan mulsa plastik, ongkos untuk penyiangan maupun tenaganya bisa diminimalisir, sebab menggunakan mulsa bisa membuat gulma jarang tumbuh. Karena kita ketahui kalau gulma sangat mengganggu tumbuh kembang tanaman, selain merebut unsur hara dalam tanah, gulma juga dapat meracuni tanaman anda, maka dari itu bersihkan lahan dari gulma – gulma yang mengganggu.
Pemangkasan
Lakukan pemangkasan rutin sebanyak 1 kali dalam minggu. Dengan cara membuang tunas yang tumbuh pada sekitar bagian ketiak daun. Tujuan melakukan pemangkasan ialah agar tomat mendapatkan nutrisi lebih dibandingkan tanaman tomat yang tidak melakukan pemangkasan tunas, nutrisi akan direbut oleh tunas dan tomat kekurangan nutrisi tersebut. Pemangkasan ujung tanaman dilakukan apabila terlihat jumlah dompolan buah sebanyak 5 sampai 7 buah.
Pemupukan tambahan
Apabila ada menanam tomat secara organik, maka anda
harus menyemprotkan pupuk organik cair dengan kandungan kalium tinggi,
penyemprotan dilakukan pada saat tanaman akan berbunga sampai berbuah atau fase
generatif. Lakukan penyemprotan setiap minggu. Pupuk cair disini ialah 1 liter
pupuk cair dicampur dengan 100 liter air. Penting untuk anda perhatikan
kandungan konsentrasi tidak boleh melebihi 2%. Anda bisa juga menambahkan pupuk
kandang sebanyak satu genggaman tangan per tanaman, tiap 2 sampai 3 minggu
sekali.
Dan jika anda menanam tomat seperti kebanyakan
orang. Maka dalam 1 minggu, anda bisa memberi campuran urea dengan KCI sebanyak
1 banding 1 berikan 1 sampai 2 gram per tanaman. Kemudian umur 2 sampai 3
minggu berikan urea dan KCl kurang lebih sebanyak 5 gram per tanaman. apabila
umur tanaman lebih dari 4 minggu, namun masih terlihat kurang gizi maka anda
bisa menambahkan urea dan KCl sebanyak 7 gram per tanaman.
Penyiraman dan pengairan
Untuk tanaman tomat sendiri tidak membutuhkan air
yang banyak, akan tetapi kelembaban tanah yang perlu diperhatikan.
Dengan selalu menjaga kelembaban akan membuat
tanaman tumbuh dengan subur, jangan sampai kekeringan juga terlalu basah, jika
terlalu kering akan menghambat tumbuh batang serta daun pun akan mudah rontok,
buah tomat pun akan menjadi kurang bagus. Lakukan penyiraman setidaknya 2 kali
sehari pada musim kemarau.
Pemasangan lenjeran atau ajir
Pemasang ajir atau lenjeran sebagai menegakan tanaman agar tidak rubuh. Ajir sendiri ditancapkan pada jarak 10 sampai 20 cm dari bagian batang tanaman tomat. Ajir dibiarkan tegak mandiri bisa juga ujungnya diikatkan dengan ajir lainnya. Pemasangan ajir dilakukan pada saat tanaman yang memiliki tinggi sekitar 10 sampai 15 cm. Anda dapat mengikatkan bagian tanaman dengan menggunakan tali plastik maupun tali berjenis kain. Menggunakan pola lingkaran berbentuk angka 8 sebagai cara mengikatnya, yang bertujuan agar batang dan ajir bisa menempel dengan baik tanpa melukai batang tanaman tomat.
Pengendalian hama dan penyakit
Tanaman tomat biasa memiliki hama seperti ulat
buah, kutu daun thrips, lalat putih, lalat buah, tungau, maupun nematoda. untuk
penyakit seperti layu, bercak di daun, penyakit kapang daun, busuk daun dan buah.
Untuk menghalau hama para pembudidaya biasa menggunakan pestisida. Bisa yang
kimia atau pun yang organik.
Yang perlu anda perhatikan ialah penggunaan pestisida
dengan bijak, ikuti petunjuk pemakaian. Gunakan pestisida alami apabila anda membudidayakan
tomat secara organik. Dan jangan berlebihan jika menggunakan pestisida kimia. Kebanyakan petani lokal akan meningkatkan dosis
pestisida agar pengendalian lebih efektif.
Padahal hal ini mengganggu bagi ekosistem alam, jika kebiasaan ini terus terjadi pada budidaya tanaman tomat maupun budidaya lainnya, akan mengakibatkan rusaknya tanah serta hama semakin kebal dan beradaptasi dari pemberian pestisida, sebaiknya lakukan peningkatan musuh alami dari hama tomat dibanding menambahkan dosis pestisida tadi.
Padahal hal ini mengganggu bagi ekosistem alam, jika kebiasaan ini terus terjadi pada budidaya tanaman tomat maupun budidaya lainnya, akan mengakibatkan rusaknya tanah serta hama semakin kebal dan beradaptasi dari pemberian pestisida, sebaiknya lakukan peningkatan musuh alami dari hama tomat dibanding menambahkan dosis pestisida tadi.
Pemanenan budidaya tomat
Anda bisa memanen tomat pada usai 60 sampai 100 hari dihitung setelah tanam. Tomat yang sudah siap panen memiliki kulit buah kekuning-kuningan, dan bagian tepi daun menguning serta bagian batang mengering.
Pada proses Pemanenan bisa anda dilakukan setiap 2
sampai 3 hari sekali. Di indonesia sendiri bisa menghasilkan panen mencapai rata-rata
15,84 ton per hektar, bahkan pada daerah tertentu mencapai rata-rata 25-30 ton
per hektar.
Demikian artikel pembahasan seputar budidaya tomat,
semoga bermanfaat dan anda bisa mempraktekannya.








Posting Komentar untuk "BUDIDAYA TOMAT YANG SANGAT MENGUNTUNGKAN"
Posting Komentar