TERNAK LELE SEBAGAI LADANG UANG KHUSUS BAGI PEMULA
TERNAK LELE SEBAGAI LADANG UANG KHUSUS BAGI PEMULA
Siapa yang tak mengenal ikan lele ? ikan yang memiliki kumis
dan biasa dijual sebagai makanan kaki lima, hampir semua orang pasti suka
dengan ikan ini, ikan lele tergolong jenis
ikan yang sanggup hidup pada kolam yang kepadatannya tinggi. Ikan lele dapat mengkonversikan
makanannya menjadi berat tubuh yang ideal. Oleh karena itu sangat menguntungkan
bila anda membudidayakan ikan lele ini secara intensif.
Lele, secara ilmiah terbagi dari banyak spesies. Sepatutnya
jika ikan lele Nusantara memiliki banyak nama daerah. Antara seperti ikan limbek asal Sumatera Barat, ikan kalang
asal Sumatra Selatan, ikan maut Gayo, ikan seungko asal Aceh, ikan sibakut asal
Karo, ikan pintet asal Kalimantan Selatan, ikan keling asal Makassar, ikan cepi
asal Sulawesi Selatan, ikan lele atau lindi asal Jawa Tengah dan ikan keli asal
Malaysia, serta penyebutan ikan 'keli' bagi lele yang tidak berpatil sedangkan
disebut 'penang' bagi yang memiliki patil atas Kalimantan Timur.
Pada mancanegara sering dikenal dengan nama mali asal Afrika,
plamond asal Thailand, gura magura asal Srilangka, serta 鲇形目
asal Tiongkok. Terutama catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish yang
semua dari bahasa inggris. Untuk Nama ilmiahnya sendiri ialah Clarias yang
berasal dari bahasa Yunani chlaros, berarti ‘lincah’, ‘kuat’, mengacu pada
kemampuan ikan agar tetap hidup dan bergerak di luar air.
Pada pertemuan kali ini, kita akan membahas beberapa tahap untuk persiapan membudidayakan ikan lele
langsung pada bagian pembesaran.
Penyiapan
kolam tempat budidaya ikan lele
Terdapat berbagai macam bentuk kolam yang bisa digunakan
sebagai tempat membudidayakan ikan lele. Untuk Setiap bentuk kolam memiliki keunggulan
serta kelemahan tersendiri, jika mengacu dari usaha budidaya ikan lele. Untuk
memastikan mana saja kolam yang cocok, perlu adanya pertimbangan soal kondisi
lingkungan, ketersediaan tenaga kerja serta sumber dana yang ada.
Untuk jenis kolam, pada umumnya menggunakan beberapa jenis
seperti kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, jaring apung dan keramba. Akan
tetapi dalam artikel ini akan membahas jenis
kolam tanah, karena para peternak ikan lele banyak memakai jenis kolam sebagai
tempat membudidayakan ikan lele.
Beberapa Tahapan yang mesti dilakukan saat menyiapkan kolam
tanah ialah sebagai berikut:
Pengeringan
dan pengolahan tanah
Sebelum melakukan penebaran benih ikan lele, sebaiknya
lakukan pengeringan kolam terlebih dahulu. Proses pengeringan ini memakan waktu
kurang lebih selama 3 sampai 7 hari,
atau tergantung pada kondisi sinar
matahari. Sebagai acuan, jika ditandai dengan permukaan tanah sudah retak, maka kolam dianggap sudah kering.
Hal ini bertujuan agar terputusnya mikroorganisme jahat yang
akan menjadi bibit penyakit. Karena Mikroorganisme dapat bekembang saat
membudidaya ikan lele pada periode sebelumnya. Pada saat proses pengeringan
terjadi sebagian besar mikroorganisme patogen akan mati.
setelah pengeringan selesai di lakukan, tahap selanjutnya
ialah bajak permukaan tanah dengan cangkul. Proses Pembajakan ini diperlukan
agar tanah menjadi gembur serta membuang
gas beracun pada tanah yang tertimbun.
Anda bisa mengangkat lapisan lumpur hitam yang bisanya terdapat di dasar kolam sambil proses
pembajakan terjadi,. Karena Lumpur tersebut memiliki bau busuk yang disebabkan gas-gas
beracun antara lain seperti amonia serta hidrogen sulfida. Gas-gas ini biasanya
terbentuk dari sisa pakan yang menumpuk tidak dimakan ikan.
Pengapuran
dan pemupukan
Pengapuran disini berfungsi sebagai penyeimbang kadar
keasaman pada kolam serta membantu memberantas mikroorganisme patogen. Untuk
Jenis kapur yang biasa digunakan ialah kapur dolomit atau kapur tohor.
Proses Pengapuran dilakukan secara merata pada dasar kolam
dengan cara disebarkan. Saat ditebari
kapur, anda bisa membalik tanah atau mengaduknya supaya kapur meresap ke bagian
dalam. Untuk Dosis pengapuran bisanya sebanyak 250-750 gram per meter persegi,
atau bisa tergantung pada keasaman tanah itu sendiri. karena Semakin asam tanah
akan membutuhkan banyak kapur untuk menetralisirnya.
Tahap selanjutnya setelah pengapuran ialah pemupukan.
Pakailah campuran pupuk organik ditambah urea serta TSP. Untuk Dosisnya gunakan
sebanyak 250-500 gram per meter persegi pupuk organik. Sedangkan untuk pupuk
kimianya seperti urea dan TSP sebanyak 15 gram dan 10 gram per meter persegi. Proses
Pemupukan ini bertujuan untuk menciptakan nutrisi bagi biota air antara lain
seperti fitoplankton maupun cacing. Biota ini sangat berguna sebagai makanan
alami ikan lele.
Pengaturan
air kolam
Perhatikan Ketinggian air kolam budidaya ikan lele jangan
terlalu penuh atau malah sedikit airnya. Kolam lele biasanya memiliki
ketinggian 100 sampai 120 cm. Proses Pengisian kolam bisa anda lakukan secara
bertahap. Diselingi pemberian pupuk, lalu bisa dilanjut dengan mengisi air
sampai batas 30 sampai 40 cm. Kemudian Biarkan kolam selama satu minggu dengan
disinari matahari.
Pada kondisi kedalaman air seperti itu, akan membuat sinar
matahari tembus hingga dasar kolam, hal ini berdampak pada fitoplankton untuk tumbuh
dengan baik. Ditandai dengan air kolam berwarna hijau mengartikan bahwa
fitoplankton tumbuh dengan baik. Kemudian setelah satu minggu maka benih ikan
lele siap untuk ditebar. Pada tahap ini, lakukan penambahan air kolam secara
berkala sesuai dengan pertumbuhan ikan lele.
Panduan
budidaya ikan lele
Pemilihan
benih ikan lele
Faktor yang menentukan kesuksesan dalam membudidayakan ikan
lele ialah soal pemilihan benih yang kualitas. terdapat beberapa jenis benih ikan
lele yang terdapat di indonesia, salah satunya benih lele sangkuriang. Lele sangkuriang
ini merupakan lele hasil perbaikan dari jenis sebelumnya yaitu lele dumbo. Pembuatan
lele sangkuriang di dasar oleh semakin menurunnya kualitas lele dumbo, memaksa
para peneliti untuk meningkatkan kembali.
Anda bisa mendapatkan Benih ikan lele dengan cara membeli langsung
ke peternak lele atau dengan melakukan pembenihan .
Syarat
benih unggul
Benih yang sehat memiliki Ciri-ciri antara lain gerakannya
lincah, kondisi fisik tidak terdapat cacat maupun luka, serta terbebas dari
bibit penyakit. Anda bisa menguji gerakan ikan lele, dengan menempatkan ikan
pada arus air. Apabila ikan lele dapat
bertahan dari derasnya arus air maka berari gerakan ikan lele dinyatakan baik.
Selalu perhatikan ukuran lele agar sama rata, hal ini
bertujuan supaya ikan bisa tumbuh dan berkembang secara serempak. Untuk ukuran benih lele biasanya
memiliki panjang 5 sampai 7 cm, benih- benih tadi dalam jangka waktu 2,5 sampai
3,5 bulan akan menghasilkan ikan lele konsumsi sebanyak 9- sampai 12 ekor per kilogram.
Cara
menebar benih
Perhatikan saat menebar benih, usahakan untuk membaca
kondisi iklim kolam terlebih dahulu. Dengan Cara, masukan benih langsung ke
kolam, akan tetapi benih- benih ini dipisahkan oleh tempatnya, bisa menggunakan
ember atau jeriken. Biarkan ember dalam kolam selama kurang lebih 15 menit agar
terjadi penyesuaian suhu ember dengan suhu kolam. Hal ini bermanfaat agar benih
terhindar dari stres.
Untuk kepadatan kolam ialah sebanyak 200 sampai 400 ekor per
meter persegi. Tergantung kualitas air
di kolam, dengan Semakin baik kualitas air kolam maka semakin banyak jumlah
benih yang bisa ditampung. Hendaknya perhatikan ketinggi air, yaitu tidak melebihi
40 cm saat penebaran benih. Di sebabkan,
apabila terlalu dalam kolam maka benih tidak bisa menjangkau pakan yang berada
di permukaan air maupun bernapas juga
benih akan mudah lelah karena tadi permukaan dengan dasar kolam sangat jauh.
Menentukan
kapasitas kolam
Pakan untuk
budidaya ikan lele
komponen dengan biaya terbesar ialah soal pemberian Pakan dalam
membudidayakan ikan lele. terdapat banyak sekali merek pakan serta bermacam
ragam pakan di pasaran. Untuk Pakan ikan lele yang baik yaitu pakan dengan
slogan Food Convertion Ratio atau perbandingan berat pakan yang sudah di
berikan dalam satu periode berulang dengan berat total ikan lele. Artinya Semakin
kecil nilai FCR pada pakan, maka semakin
baik kualitas pakan tersebut.
Agar tercapai hasil maksimal dengan hanya mengeluarkan biaya
minimal, maka anda bisa menerapkan pakan utama serta pakan tambahan secara
berimbang. Seperti, apaBila pakan pabrik dirasakan mahal, maka silahkan anda
mencoba membuat pakan lele alternatif sendiri.
Pemberian
pakan utama
Sebagai jenis ikan karnivora, mengharuskan pakan ikan lele
mengandung banyak protein hewani. Kebanyakan nutrisi yang dibutuhkan ikan lele
yaitu seperti protein minimal sebanyak 30%, lalu lemak sebesar 4 sampai 16%, kemudian
karbohidrat sebesar 15 sampai 20%, dan yang terakhir vitamin dan mineral.
Terdapat banyak jenis pelet yang dijual dipasaran. Semua jenis
pelet kebanyakan sudah disertai dengan
keterangan nutrisi pada label kemasan. Berikan Pakan sesuai dengan kebutuhan
jangan lebih dari standar karena hanya ingin cepat tumbuh. Pada pakan ikan
lele memerlukan pakan sebanyak 3 sampai 6% dari bobot tubuhnya. contoh, ikan
lele memiliki bobot 50 gram diperlukan pakan sebanyak 2,5 gram atau 5% dari bobot
tubuh ikan per ekor. Kemudian lakukan pengambilan sampling setiap 10 hari,
kemudian timbang dan sesuaikan lagi dengan jumlah pakan yang diberikan dari sebelumnya.
Selama Dua minggu menjelang panen ikan lele, sebaiknya
kurangi pemberian pakan menjadi 3% dari bobot tubuh. Banyak nya pemberian pakan
tergantung nafsu makan ikan lele sendiri, biasanya dalam sehari sebanyak 3 kali
pemberian makan, dengan Frekuensi 4 sampai 6 setiap pagi, siang atau sore
maupun malam hari. Untuk pemberian pakan benih lele, bisa di tambah karena
benih lele memerlukan pakan lebih untuk pertumbuhannya.
Pengelolaan
air
Pengelolaan air kolam merupakan hal terpenting bagi tumbuh kembang ikan lele. Karena, hasil maksimal yang di dapat dipengaruhi oleh kualitas serta kuantitas air yang tetap terjaga. Selalu mengganti air pada kolam, jika sudah dirasa bau yang menyengat, bisa karena timbunan pakan ikan lele maupun kotoran yang menumpuk, karena bisa menimbulkan penyakit pada lele. Dengan cara kurasa sepertiga isi kolam, lalu isi kembali dengan air bersih
Pengendalian
hama dan penyakit
Hama seperti linsang, ular, sero, musang air serta burung merupakan beberapa contoh pengganggu ikan lele. Lalu datangnya Penyakit bisa dari protozoa, bakteri maupun virus. Penyakit mematikan pada ikan lele bersumber dari Ketiga mikroorganisme.
Apabila ketiga mikroorganisme menyerang mama lele bisa bintik putih, kembung perut dan luka di kepala dan ekor. Dengan menjaga kualitas air serta selalu mengontrol kelebihan pakan dan menjaga kebersihan kolam, serta mempertahankan suhu kolam 28oC. Maka kesehatan ikan lele akan tetap terjaga.
Panen
budidaya ikan lele
Seperti pembahasan benih ikan lele diatas, Ikan lele dapat
dipanen ketika mencapai ukuran 9 sampai 12 ekor per kg atau kisaran 111 gram
per ekor. untuk Ukuran sebesar itu dicapai selama 2,5 sampai 3,5 bulan dari
benih dengan ukuran 5 sampai 7 cm. Lain halnya dengan ikan lele tujuan ekspor
biasanya mencapai ukuran 500 gram per ekor.
Sekian artikel seputar ikan lele, semoga bermanfaat dan bisa
dipraktekan sebagai ladang usaha..









Posting Komentar untuk "TERNAK LELE SEBAGAI LADANG UANG KHUSUS BAGI PEMULA"
Posting Komentar