Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

JENIS -JENIS TANAH || JUAL TANAH 0852 2955 5882

Sembilan macam  Jenis Tanah yang Baik Untuk Tanaman part2 





Tanah Latosol

 

Tanah ini terbentuk dari pelapukan batuan sedimen serta metamorf. Pada umumnya tanah  ini memiliki kandungan unsur hara mulai dari rendah sampai sedang. Akan tetapi tanah latosol memiliki kelibihan yaitu  mampu menahan erosi disebabkan struktur tanahnya mampu menyerap air dengan baik.

 

Dengan Kandungan bahan organik yang tanah ini miliki  berkisar di antara angka 3 sampai 9 % tapi kebanykan memiliki 5% . tanah yang berwarna ungu cendrung kecoklatan dengan kandungan Ph 4.6 sampai 6.5 menjadi kan suatu yang menarik perhatian. ciri warna tanah tersebutlah  memungkinkan tanah ini mudah untuk dicari. Akan tetapi dengan Ph yang besar pada angka tersebut, mengapa tanah ini tergolong dikatakan tanah yang subur?

 

Ternyata hal ini dikarenakan tanah yang memiliki nama lain inceptisol memang memiliki kandungan kimiawi yang kurang baik. Tetapi  disinilah yang membuat tanah ini saling melengkapi kekayaan jenis tanah di Indonesia, dikarenaan jenis  tanaman pada umumnya sangat butuh akan tanah ini untuk tumbuh. Seperti yang ada di persawahan. Yakni padi, sayuran dan buah-buahan.

 



 

Tanah Orgonosol

 

Tanah yang terbentuk dari pelapukan dan pembusukan bahan bahan organik. Pada umunya, tanah ini akan lebih mudah kita temukan pada daerah rawa-rawa atau daerah yang banyak mengandung air. cirinya tanah ini mengandung banyak air, secara fisik tanah ini memang  lembek dari pada tanah regosol tadi.

 

 

·       Tanah Humus

 

Tanah humus adalah bagian dari jenis tanah orgonosol. Dari segi aspek kesuburan, tanah ini merupakan tanah yang paling subur dibandingan jenis tanah orgonosol yang lainnya. Kalau di liat secara fisik, tanah ini memiliki warna cendrung gelap kehitaman, sebagai identitas bahwa ia memiliki kandungan unsur hara yang tinggi. Dalam dunia pertanian, biasanya tanah jenis ini banyak digunakan sebagai media tanam pada budidaya tanaman padi.

Tanah ini biasa dijumpai pada daerah Sumatera, Sulawesi, Kalimantan dan sebagian Pulau Jawa. Jadi tidak heran memang jika daerah-daerah tersebut termasuk penghasil pertanian terbesar dibandingkan daerah Papua yang memiliki jenis tanah berbeda.

 

 

·       Tanah Gambut

 

Berasal dari induk yang sama dari tanah humus yakni tanah regosol, namun memiliki sifat yang amat berbeda. Mulai dari kandungan zat organik yang ada, tanah gambut juga termasuk tanah yang memiliki banyak zat organik. Namun ia memiliki sifat yang asam. proses terjadinya hujan asam merupakan kejadian terburuk yang dapat merusak bumi, termasuk pada tanaman. Lalu bagaimana dengan tanah yang mengandung asam?

 

 

Dengan kandungan asam yang tinggi pada tanah memang tidak mudah untuk anda tanami  berbagai bibit tumbuhan. Sampai saat ini, umumnya tanah gambut digunakan untuk menanam kelapa sawit. Seperti di daerah Kalimantan dan Sumatera.

 

 

Karena selain tumbuhan butuh asupan nutrisi, kita juga mengenal pernapasan pada tumbuhan sebagaimana Ciri ciri makhluk hidup demi kelangsungannya. Oleh karena itu, harus manfaatkan secara benar peran biologi dalam bidang pertanian untuk dapat bertindak dengan baik, agar kelestarian tanah dan tumbuhan tetap terjaga khususnya tumbuhan yang bermanfaat bagi manusia.





 

Tanah Laterit

 

Tanah  ini memiliki suhu yang jauh lebih tinggi dibandingkan PMK. Disebabkan karena  tanah ini berasal dari tanah subur dan kaya akan unsur hara, tetapi akan  hilang karena larut dibawa air hujan. Tanah ini memiliki unsur hara cenderung yang sangat minim. Namun meskipun tanah in tadinya subur kemudian berubah menjadi tidak subur yang diakibatkan curah hujan tinggi,  tapi keistimewaan tanah ini ialah masih tergolong tanah yang subur karena sangat cocok untuk tanaman jambu mete dan kelapa. Kita akan banyak menjumpainya di sebagian Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.


Posting Komentar untuk "JENIS -JENIS TANAH || JUAL TANAH 0852 2955 5882"