CARA BETERNAK MURAI BATU BAGI PEMULA SEBAGAI USAHA YANG MENJANJIKAN
Cara Beternak Murai Batu bagi Pemula sebagai Usaha yang menjanjikan
Pada kesempatan kali ini, kami akan memuat sebuah artikel,
yang membahas serta menganalisa bagaimana usaha membudidayakan burung murai,
disertai dengan tatacara beternak murai batu yang dapat menghasilkan keuntungan
cukup besar dibanding dengan beternak burung lainnya.
Sebagian masyarakat Indonesia, Memelihara burung murai
merupakan sebuah hobby. Namun masih jarang atau mungkin sama sekali tidak memanfaatkan hobby nya ini untuk di jadikan ladang
uang. Oleh karena itu Bagi para pecinta burung kicau, pastinya mengetahui
tentang burung murai batu ini. Kan sayang sudah mengetahui seluk –beluk murai,
tapi hanya untuk memuaskan hobby semata.
Murai batu atau Copsychus malabaricus sering dikenal sebagai
Kucica hutan. Tergolong dalam famili Muscicapidae atau burung cacing. Sebaran
burung ini terdapat di seluruh pulau Sumatra, Semenanjung Malaysia, dan
sebagian pulau Jawa. sebagian pakar menganggap ras burung ini berasal dari
Kalimantan Utara Murai alis putih atau Copsychus malabaricus stricklandii
sebagai spesies tersendiri.
Pada habitat aslinya murai batu kebanyakan memilih hutan
alam yang lebat juga rapat seperti hutan sekunder. Murai batu ialah kelompok
burung yang sangat teritorial dan kuat
dalam mempertahankan wilayahnya alias Thruses. memiliki suara kicauan yang
bagus, Burung murai batu berhasil mendapat penghargaan terbaik atas kicauannya
yang indah pada tahun 1947 The Best Song Birds – Delacour, 1947. Burung murai
batu ialah kelompok burung paling di minati kalangan pecinta kicauan, hal ini
dikarenakan memiliki suara serta spesifikasi kicauan yang sangat baik.
Pada Penyebaran burung Murai Batu yang terdapat di Pulau
Jawa, saat ini jumlah yang sedikit juga
hanya dapat dijumpai di beberapa tempat yang berhutan, salah satunya di tempat
konservasi maupun tempat wisata alam seperti Taman Nasional Ujung Kulon serta Taman
Nasional Meru Betiri dan juga Hutan Wisata Pananjung Pangandaran.
Selain sangat cocok untuk hewan peliharaan di rumah, burung
murai batu ini juga dapat dijadikan sebuah usaha yang sangat menjanjikan. diKarenakan
burung murai batu memiliki kicuan yang merdu, bermelodi, serta bervariasi.
Sudah Sewajarnya, apabila banyak penggemar pastinya banyak
sekali permintaan akan jenis burung ini, karena kicauannya yang merdu,
menjadikan burung murai batu ini sebagai peliharaan favorit. Hal ini lah yang
membuka peluang bagi anda untuk memulai usaha beternak burung murai batu.
Sedikit pemaparan di atas bisa menjadikan referensi bagi
anda yang baru ingin terjun untuk membudidayakan murai batu ini... berikut
tatacara beternak burung murai bagi pemula.
Berikut Tips
Cara Ternak Murai Batu untuk Pemula
Pemilihan
Lokasi Kandang Untuk Murai Batu
Hal yang pertama yang
harus anda lakukan ialah soal pemilihan lokasi kandang. karena Penempatan
kandang sebagai tempat penangkaran murai batu merupakan kunci keberhasilan.
Penempatan di Kandang yang salah, bisa menyebabkan burung murai batu tidak mau
bertelur.
kebanyakan untuk lokasi penangkaran murai batu terletak
diluar rumah, seperti terletak di samping rumah maupun perkarangan rumah. Juga
yang perlu diperhatikan soal penempatan kandang ialah soal keadaan sekitar,
yang mengharuskan tenang dari bisingnya hilir mudik orang – orang sekitarnya,
bisa dengan meletakan kandang jauh dari pemukiman penduduk.
Memilih
Ukuran Kandang yang Cocok
Perhatikan bentuk dan ukuran kandang murai batu, hal ini
karena bisa berdampak pada kesehatan juga produktivitas burung tersebut. Jangan
terlalu besar maupun terlalu kecil, karena ukuran kandang terlalu besar bisa
membuat murai batu akan banyak terbang, sehingga menyebabkan murai lebih cepat
lelah karena terlalu sering terbang dibandingkan untuk bereproduksi.
Sedangkan ukuran kandang yang terlalu kecil, bisa membuat
murai batu cepat stress sehingga menyebabkan terganggunya reproduksi murai
batu. Untuk itu, pastikan ukuran kandang yang pas dan cocok untuk murai batu.
Seperti di bawah ini.
Kandang ukuran kecil untuk anakan murai : 60 cm x 60 cm x 60
cm
Ukuran sedang untuk murai remaja: 100 cm x 200 cm x 200 cm
Kandang ukuran besar untuk murai dewasa : 200 cm x 200 cm x
300 cm
Menyiapkan
Peralatan Perlengkapan Pendukung
Sebagai tambahan untuk mendukung pemeliharaan burung di
penangkaran. Kandang penangkaran burung pun mesti ditambahkan sarang pendukung
lainnya, yaitu seperti bahan sarang, tenggeran juga sarang murai batu.untuk
rincian apa saja peralatan pendukungnya bisa liat bagian di bawah ini:
Tempat
Bersarang
Sebagai tempat murai batu bersarang anda bisa memakai barang
bekas seperti baskom plastik kecil atau anyaman bambu, bisa juga memakai kuali
bekas serta tempat nasi. Namun sebaiknya gunakan anyaman dari bambu, karena
anyaman bambu bisa memberikan rasa sejuk juga nyaman sehingga membuat murai
batu dapat cepat bertelur.
Tenggeran
Perhatikan saat penempatan posisi tenggeran yang digunakan untuk
perkawinan, letakan tenggeran pada pojok kandang, karena lebih aman saat proses
perkawinan agar tidak ada gangguan, juga Lebih baik gunakan tenggeran dengan
bahan kayu berdiameter 0,15 sampai 0,2
cm.
Tempat Pakan dan Tempat Air Minum
tempat makan maupun tempat minum sebisa mungkin letakan pada
tempat yang mudah dilihat oleh murai batu. kebanyakan diletakkan dekat tenggeran.
Usahakan untuk selalu menjaga kebersihan tempat makan dari sisa - sisa makanan
si burung murai.
Selalu
Menjaga Kebersihan Kandang
Selain menjaga kebersihan tempat makan, kandang murai batu jangan lupa untuk di bersihkan juga , karena
kebersihan kandang merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan dalam membudidayakan
burung murai batu. Dengan kandang yang selalu terjaga kebersihannya, bisa
meningkatkan kesehatan burung murai juga tidak gampang stres.
Pemberian
Pakan yang Segar dan Sehat
Dalam beternak burung
murai Pakan menjadi salah satu faktor penting, kenapa ? karena pakan merupakan
kebutuhan hidup untuk kelangsungan burung murai tadi. Setiap harinya Burung Murai
batu membutuhkan nutrisi yang banyak sebagai penunjang aktivitas juga
produktivitas. Maka Agar nutrisi dapat terpenuhi, diperlukan pemberian pakan sehat
secara bervariasi. Serta berikan vitamin untuk murai batu.untuk pakan sendiri
bisa memakai pakan buatan sendiri atau buatan pabrik.
Dengan di tambah Pemberian ekstra pakan di luar pakan biasa,
sebagai salah satu cara untuk mendongkrak pertumbuhan serta meningkatkan sistem
kekebalan tubuh. Pakan ekstra seperti memberikan jangkrik, ulat hongkong,
cacing, orong-orong maupun belalang.
Lakukan Perkawinan
Murai Batu dengan Sistem Poligami
Maksud poligami disini
ialah mengartikan dalam sebuah kandang berisi 1 burung murai jantan
berbanding dengan beberapa burung betina. Pada tahap Perkawinan murai batu
dengan sistem poligami, memiliki kelebihan yaitu bisa menghemat indukan jantan.
Sebelum melakukan perkembangan murai
batu secara poligami, ada beberapa tips yang baik dan benar seperti:
Pada Langkah pertama, pilihlah calon indukan betina berkualitas
untuk di masukan ke dalam kandang. Indukan betina yang siap kawin biasanya berusia
sekitar 1 tahun. Masukan sebanyak 2 ekor induk betina lalu biarkan selama 2 minggu agar beradaptasi. Setelah masa
adaptasi, anda bisa memasukan indukan jantan akan tetapi di pisah dalam
sangkarnya, tujuannya agar indukan jantan tidak menyerang indukan betina,
selama kurang lebih 1 minggu indukan jantan baru bisa beradaptasi. Tunggu
sampai si betina memasuki masa birahinya, dengan ditandai, indukan betina yang
mulai mengeluarkan siulan untuk memikat si jantan, barulah bisa di satukan
dalam kandang yang sama. Tidak hanya 2 ekor, anda bisa menambah jumlah betina
tergantung selera, maksimal 7 ekor betina dalam satu kandang jantan.
Merawat
Anakan Murai Batu
Ketika telur burung murai sudah menetas, sebaiknya anda
biarkan selama kurang lebih 7 sampai 9 hari dan tidak boleh lebih dri itu, hal
apa yang terjadi jika baru dipisahkan lebih dari 9 hari? Keterlambatan pemisahan
akan berakibat sulitnya menjinakan anakan murai, karena pada usia 7 hari anakan murai sudah bisa
melihat indukan. Untuk lebih rinci soal perawatan anakan burung murai, bisa
mencoba cara di bawah ini.
Pada Anakan
Usia 7 sampai 14 Hari
Pada usia ini anda bisa memberikan pakan yang terdiri dari
campuran voer serta kroto encer. Saat mencampurkan voer gunakan air hangat supaya lebih halus.
Lalu berikan pakan 1 jam sekali.
pada Anakan
Usia 15 sampai 30 Hari
pada usia menginjak 15 hari, anakan burung murai batu bisa
dengan sendirinya memakan langsung pakan seperti kroto, akan tetapi selalu
perhatikan pakan agar kesehatan selalu terjaga, dan pada usia menginjak 21
hari, anda bisa memberikan jangkring dengan ukuran kecil.
Pada Usia 30
Hari
Pada usia menginjak 30 hari, pisahkan anakan yang menginjak
dewasa disangkar yang berbeda – beda, agar tidak terjadi saling adu antara
anakan dewasa dengan anakan dewasa lainya
Memandikan
Burung Murai Batu
Burung murai batu mesti selalu di mandikan dengan teratur,
hal ini dikarenakan akan merangsang tumbuhnya bulu- bulu burung itu sendiri,
juga menjaga burung dalam keadaan segar bugar
Cara
Memandikan Murai Batu :
Yang pertama dengan Memasukan tempat mandi ke dalam sangkar
burung yang besarnya berukuran idealnya ialah
panjang 18 cm, lebar 10 cm, dengan kedalaman 5 cm.
Bisa juga dengan Menyemprotkan air memakai sprayer. Akan
tetapi penyemprotan tidak boleh langsung mengenai tubuh burung, karena dapat
menyebabkan rusaknya bulu murai batu itu sendiri. Jadi dengan menyemprotkan
pada sisi atau atas sangkar, biar air turn membasahi burung murai secara
perlahan.
Untuk Waktu yang ideal saat proses memandikan burung ialah
di pagi hari jam 07.00 sampai 10.00. setelah itu bisa langsung di keringkan dengan di jemur langsung terkena sinar matahari pagi
Menjemur
Murai Batu
Waktu yang tepat untuk menjemur murai batu ialah setelah
proses pemandiannya yaitu pada jam 07.00
sampai 10.00 pagi, penjemuran memakan waktu kurang lebih sekitar antara 20
menit sampai 1 jam. Durasi penjemuran
tidak harus selama itu, tergantung kondisi dan situasi sekitar, bisa lebih lama
atau malah sebentar.
banyak manfaat yang dapatkan saat melakukan aktivitas
penjemuran burung murai batu ini. Diantaranya ialah mendapat sinar ultraviolet
(UV) yang bagus menjaga kondisi tubuh burung agar tetap sehat, bugar serta
menjauhkan sumber penyakit.
Lebih rinci soal manfaat penjemuran seperti ini
Dapat Menghangatkan tubuh burung, membuat tubuh lebih
stabil.
mampu membunuh bakteri dan jamur.
Demikian cara membudidayakan burung murai batu, semoga anda dapat mengikuti tahap-tahapannya
dan pastinya anda berhasil dalam ternak murai baru.








Posting Komentar untuk "CARA BETERNAK MURAI BATU BAGI PEMULA SEBAGAI USAHA YANG MENJANJIKAN"
Posting Komentar